Viral Maling Beras Akibat Kelaparan, Menangis Dapat Bantuan dari Polisi yang Menangkap

Atek sempat dipukuli warga saat mencuri beras

INDOZONE.ID – Atek (40) sampai menangis menitis air matanya saat tahu dia menerima bantuan beras dari polisi yang menangkapnya setelah ketahuan mencuri beras akibat kelaparan di tengah gawat darurat pandemi corona (COVID-19).

Dalam video yang beredar kemudian menjadi viral, nampak seorang pria tengah duduk di lantai coran semen di dalam sebuah rumah terbuat dari tepas.

“Ini abang terima bantuan polisi dari Medan Baru, ini sekedar untuk membeli minyak dulu. Terima dulu bang. Jangan lihat dari nilai yang kami berikan, tapi mudah-mudahan bermanfaat,” kata seorang polisi yang kemudian disambut tangis oleh Atek yang menyeka air mata keluar dengan tangannya.

Pemilik suara itu adalah polisiĀ Iptu Hirlan Rudi Suprianto. Di dalam gubuk reyot milik Atek, polisi itu kemudian berkata kalau ada lagi yang dibutuhkan tidak usah sungkan menghubungi Babinkamtibmas atau dia pribadi.

Atek sampai masuk koran akibat mencuri beras hingga dibantu polisi (Instagram/Mami.Migos)

“Sekali lagi ini dari Kapolsek untuk abang, sebagai (kebutuhan pokok) kehidupan sehari-hari,” katanya lagi seperti yang disampaikan dalam video.

Dipukuli Massa, Saat Mencuri karena Kelaparan

Sebelumnya sungguh miris, itulah kesan yang muncul saat seorang suami berusia 40 tahun bernama Atek terpaksa mencuri satu karung beras karena sudah kelaparan di tengah pandemi corona (Covid-19).

Naas, aksi warga miskin di Jalan Mawar Gang Banteng, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Sumatera Utara (Sumut), itu ketahuan dan menyeretnya ke kantor polisi. 

Saat aksinya ketahuan, Atek menjadi bulan-bulanan warga. Dia sempat dipukuli warga yang kesal.

Pria malang ini kesakitan, bahkan pelipisnya pun berdarah akibat luka bekas pukulan tersebut.

“Aku terpaksa mencuri beras karena tidak tahan menahan rasa kelaparan. Tidak ada lagi beras apalagi ikan di rumah. Bantuan beras dari pemerintah sebanyak 5 kilogram (kg) memang ada. Tapi beras itu sudah saya kasih kepada istri untuk bisa dikonsumsi bersama tiga anak kami. Mereka tinggal di rumah mertua,” ujar Atek, Minggu (19/4/2020).

Atek mencuri beras ukuran karung 5 kg itu di sebuah kedai kelontong di Jalan Cintra Karya, Lingkungan 6, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Mesan Polonia.

Dia ketahuan dan menjadi pelampiasan amukan warga ketika pemilik usaha kelontong itu berteriak maling.

Atek yang bekerja sebagai tukang bubut di Delitua it kemudian ditangkap warga yang kemudian menghajarnya.

Selain karena kelaparan, Atek mengaku melakukan aksi ini karena sudah kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19 tersebut. 

Pandemi corona membuat tempat kerjanya sepi pelanggan. Pemilik usaha pun akhirnya menutup sementara usaha pembubutan tersebut.

Setelah tidak ada pekerjaan, istrinya membawa tiga orang anaknya dan pergi meninggalkan Atek. 

“Mereka tinggal di rumah mertua saya di Jalan Perjuangan, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia. Begitu menerima beras bantuan pemerintah, saya langsung mengantar beras itu kepada istri. Tidak ada yang saya bawa ke rumah,” jelasnya.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing menyampaikan, pihaknya mengamankan Atek setelah mendapatkan laporan dari masyarakat. Polisi mengamankan Atek dalam kondisi sudah kesakitan, pelipis berdarah dan tubuh lemah.

Begitu mendapatkan informasi itu, dia memerintahkan Kanit Binmas Iptu Hirlan Rudi Suprianto turun ke lokasi kejadian. Atek langsung diamankan.

Saat ditanya petugas kita, Atek mengaku mencuri beras itu karena sudah sangat kelaparan. Beras itu rencananya mau dimasak oleh Atek di rumahnya. 

Setelah mendengar pengakuan Atek, sambung Martuasah, anggotanya itu langsung melakukan pengecekan ke kediaman tersangka pencurian itu.

Iptu Hirlan juga menanyakan kepada warga atas kebenaran sekitar tempat tinggal Atek. Sejumlah warga mengakui bahwa Atek tinggal si rumah yang ditunjuknya tersebut.

“Bangunan rumah Atek semi permanen, dan separuhnya berdinding tepas. Lantainya hanya semen biasa dan atap rumahnya sudah banyak yang bolong-bolong. Tidak ada barang berharga di dalam rumahnya. Memang benar, Atek mencuri beras itu karena tidak tahan menahan rasa lapar. 

Merasa prihatin dengan kondisi Atek, Iptu Hirlan kemudian melakukan mediasi dengan pemilik warung untuk berdamai dengan Atek.

Tidak sampai di situ, perwira polisi itu juga membelikan sekarung beras ukuran 5 kg dan telur satu papan, yang kemudian diserahkan kepada Atek.

Iptu Hirlan juga menyerahkan uang sebesar Rp 150.000 untuk Atek. 

“Dia sudah berhari-hari tidak makan. Hanya minum air putih saja,” katanya.

Sumber berita >